ABON LELE KHAS BOYOLALI | RESEP ABON LELE KHAS BOYOLALI | CARA MEMBUAT ABON LELE KHAS BOYOLALI

ABON LELE KHAS BOYOLALI



Di salah satu kampung di kecamatan Sawit, Boyolali terdapat sentra pengolahan ikan lele. Dan abon lele menjadi salah satu hasil olahan dari tempat tersebut. Rasa abon yang gurih terlebih berbahan dasar ikan lele yang jarang kita jumpai di tempat lain akan menjadi cita rasa tersendiri dalam menemani sajian makan utama Anda. Selain Abon lele, buah tangan kuliner seperti kripik berbahan dasar ikan lelepun bisa anda dapatkan di tempat tersebut.
Banyak orang yang belum tahu tentang abon lele, hal  ini karena dalam frame yang terbentuk di masyarakat abon itu adalah dari daging sapi. Abon lele secara rasa tentu tidak kalah dari abon daging sapi dan realita yang berkembang bahwa abon lele justru lebih disukai karena mengandung banyak protein dan rendah lemak.

proses cara membuat abon ikan lele:

1.      Bahan
Hal pertama yang dilakukan dalam tiap proses pengolahan makanan adalah bahan. Bahan yang digunakan dalam pembuata abon lele adalah ikan lele yang masih segar. Ciri-ciri fisik yang harus dimiliki daging ikan lele yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan abon ikan adalah dalam kondisi segar, warna dagingnya cerah, dagingnya terasa kenyal, dan tidak berbau busuk.

2.      Bahan Tambahan
Sejumlah bahan pembantu yang biasa digunakan dalam pembuatan abon adalah rempah-rempah, gula pasir, garam dan penyedap rasa. Jenis rempah-rempah yang digunakan adalah bawang putih, ketumbar, lengkuas, sereh dan daun salam.

3.      Peralatan Industri
Sejumlah peralatan semi-mekanik yang biasa digunakan dalam proses pembuatan abon ikan, antara lain adalah :

Mesin peniris
Mesin ini digunakan untuk membuang air dalam daging ikan yang telah direbus (penirisan I), serta membuang minyak goreng dari bakal abon ikan yang telah digoreng (penirisan II).

2.  Mesin pencabik daging
Mesin ini digunakan untuk memarut kelapa dan lengkuas.

3. Sealer (alat pengemas).
Alat ini digunakan dalam proses pengemasan produk abon ikan

4.      Proses Produksi
Proses produksi abon ikan lele relatif sederhana dan mudah dilakukan. Secara umum, proses produksi abon ikan, mulai dari tahap pengadaan bahan baku ikan sampai tahap pengemasan abon ikan lele, adalah sebagai berikut :

a.      Pengadaan Bahan baku
Bahan baku yang digunakan adalah ikan lele yang masih utuh dan segar, untuk selanjutnya dilakukan proses penyiangan.

b.      Penyiangan Bahan baku
Pada proses penyiangan yaitu pemotongan ikan dan pencucian daging ikan, maka bagian kepala dan isi perut ikan dibuang. Daging ikan hasil tahap penyiangan sebaiknya direndan dalam air yang dicampur dengan air cuka. Kadar air cuka yang dipakai adalah ±2%. Ini dilakukan untuk membuat bau amis hilang. Selain emngunakan cuka bau amis pada ikan lele juga bisa dihilangkan dengan menambah serai pada bumbu abon.

c.       Perebusan
Potongan ikan yang telah direndam dalam air cuka kemudian disusun ke dalam panci besar  dan direbus selama 30 – 60 menit. Proses perebusan akan dihentikan setelah daging ikan menjadi lunak. Selama proses perebusan tersebut juga ditambahkan daun salam dan garam rebus.

d.      Penirisan tahap 1
Ikan yang telah direbus kemudian dipres dengan mesin pengepres. Sebelum dipres, daging ikan tersebut sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu sekitar 5 – 10 menit. Tahap pengepresan bertujuan untuk mengurangi kadar air pada daging ikan yang telah direbus. Makin sedikit kadar air yang dikandung dalam daging, maka akan makin baik pula serat-serat daging yang dihasilkan.

5.      Pencabikan tahap 1
Setelah daging ikan dipres, kemudian dilakukan proses pencabikan sampai menjadi serat.-serat. Proses ini bisa dilakukan dengan tangan atau dengan mesin pencabik (giling).

6.      Pemberian Bumbu dan Santan
Pada tahap ini, serat-serat daging hasil pencabikan ditambahkan bahan-bahan pembantu (bumbu-bumbu). Bumbu-bumbu yang ditambahkan terdiri dari : bawang putih, ketumbar, lengkuas yang telah diparut dengan mesin parutan, gula pasir, garam dapur, serai,santan kelapa dan bisa juga ditambahkan daun  kari, untuk memberikan rasa kari pada abon lele

7.       Penggorengan
Setelah bumbu-bumbu tercampur secara merata dalam serat-serat daging ikan, kemudian dilakukan penggorengan ±60 menit. Selama proses penggorengan, secara terus menerus dilakukan pengadukan agar abon ikan yang dihasilkan matang secara merata dan bumbu-bumbu dapat meresap dengan baik. Tahap penggorengan ini akan dihentikan setelah serat-serat daging yang digoreng sudah berwarna kuning kecoklatan.

8.      Penirisan tahap 2
Tahap produksi berikutnya adalah pengepresan kembali serat-serat daging ikan yang telah digoreng. Proses pengepresan tahap kedua ini bertujuan untuk mengurangi kadar minyak pasca proses penggorengan.

9.      Pencabikan tahap 2
Setelah dipres, kemudian dilakukan pencabikan tahap kedua agar tidak terjadi penggumpalan. Proses pencabikan tahap kedua ini akan dihentikan setelah terbentuk produk akhir berupa abon ikan dengan tekstur yang seragam.

10.  Pengemasan
Pada tahap akhir produksi dilakukan pengemasan abon ikan. Jika pengemasan tidak langsung dilakukan, maka produk abon ikan akan disimpan terlebih dahulu dalam kantung plastik besar (blong) di gudang penyimpanan, sebelum dilakukan pengemasan.

selamat mencoba dan selamat berkreasi

0 komentar:

Post a Comment

silahkan di share